LAYANAN LABORATORIUM TERPADU RSI "SUNAN KUDUS"

Akurat, Terpercaya, dan Menyeluruh untuk Kesehatan AndaLaboratorium RSI "Sunan Kudus" hadir sebagai mitra tepercaya dalam perjalanan kesehatan Anda. Kami menyediakan layanan diagnosis penunjang medis yang komprehensif melalui tiga pilar spesialisasi laboratorium: Patologi Klinik, Mikrobiologi Klinik, dan Patologi Anatomi. Didukung oleh teknologi mutakhir dan tenaga medis profesional, kami berkomitmen menyajikan hasil pemeriksaan yang cepat, tepat, dan akurat demi pemulihan Anda yang optimal.
I. LAYANAN SPESIALIS PATOLOGI KLINIK
Layanan ini berfokus pada analisis sampel cairan biologis tubuh untuk membantu dokter menegakkan diagnosis, memantau perkembangan penyakit, mendeteksi kelainan sejak dini, serta mengevaluasi efektivitas pengobatan yang sedang Anda jalani.
1. Hematologi
Pemeriksaan komponen darah untuk menilai kondisi kesehatan umum dan mendeteksi kelainan darah.
- Fungsi: Mendeteksi anemia, mendeteksi infeksi, menilai gangguan pembekuan darah, dan memantau respons pengobatan.
- Jenis Pemeriksaan: Darah Lengkap (CBC), Hemoglobin (Hb), Leukosit, Trombosit, Hematokrit, dan Laju Endap Darah (LED).
2. Kimia Klinik
Pemeriksaan zat kimia dalam darah/cairan tubuh untuk menilai fungsi organ internal serta sistem metabolisme.
- Fungsi: Memantau fungsi hati & ginjal, mendeteksi diabetes, mengontrol kadar kolesterol, dan menjaga keseimbangan elektrolit.
- Jenis Pemeriksaan: Gula Darah (Puasa & Sewaktu), HbA1c, Profil Lipid (Kolesterol Total, HDL, LDL, Trigliserida), Fungsi Hati (SGOT & SGPT), Fungsi Ginjal (Ureum & Kreatinin), Asam Urat, serta Elektrolit (Natrium, Kalium, Klorida).
3. Imunologi dan Serologi
Pemeriksaan untuk mendeteksi respons imun tubuh (antigen/antibodi) terhadap infeksi atau penyakit tertentu.
- Fungsi: Mendeteksi penyakit infeksi menular serta mengetahui status kekebalan (imunitas) tubuh.
- Jenis Pemeriksaan: HBsAg, Anti-HCV, HIV, Dengue NS1 (IgG & IgM), Widal, dan Anti-HBs.
4. Urinalisis
Analisis sampel urine untuk memantau kesehatan sistem kemih dan metabolisme.
- Fungsi: Mendeteksi Infeksi Saluran Kemih (ISK), gangguan ginjal, diabetes, serta adanya protein atau darah di urine.
- Jenis Pemeriksaan: Urine Lengkap, Sedimen Urine, Protein Urine, dan Mikroalbumin Urine
5. Pemeriksaan Feses
Analisis sampel tinja untuk mendeteksi gangguan sistem pencernaan.
- Fungsi: Mendeteksi infeksi cacing/parasit serta mengidentifikasi perdarahan tersembunyi pada saluran cerna.
- Jenis Pemeriksaan: Feses Rutin, Feses Lengkap, Pemeriksaan Telur Cacing, dan Tes Darah Samar (FOBT).
6. Pemeriksaan Hormon
Mengukur kadar hormon penentu regulasi tubuh.
- Fungsi: Menilai performa kelenjar tiroid
- Jenis Pemeriksaan: TSH, FT4, FT3
7. Biomarker & Penanda Penyakit
Deteksi protein/zat spesifik yang menandakan kondisi gawat darurat atau peradangan berat.
- Fungsi: Menilai tingkat keparahan penyakit akut (jantung, infeksi sistemik) dan memantau respons terapi.
- Jenis Pemeriksaan: C-Reactive Protein (CRP), Prokalsitonin, D-Dimer, Troponin, dan Ferritin.
II. LAYANAN SPESIALIS MIKROBIOLOGI KLINIK
Layanan penunjang medis yang berfokus pada identifikasi penyebab infeksi akibat mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit) guna membantu dokter memilih terapi antimikroba/antibiotik yang paling tepat dan rasional.
1. Kultur dan Identifikasi Mikroorganisme
Proses menumbuhkan kuman dari sampel pasien untuk mengetahui penyebab pasti infeksi. Jenis Pemeriksaan : Kultur urine (infeksi saluran kemih), kultur sputum (infeksi paru), kultur darah (demam/sepsis), kultur pus (luka bernanah), dan kultur feses (infeksi pencernaan)
2. Uji Kepekaan Antibiotik (AST)
Tes lanjutan untuk memetakan jenis antibiotik yang masih ampuh (sensitif) maupun yang sudah kebal (resisten) terhadap kuman. Jenis Pemeriksaan : Uji sensitivitas pada bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, dan bakteri patogen lainnya
3. Pemeriksaan Mikroskopis
Metode cepat menggunakan mikroskop untuk visualisasi langsung kuman dari sampel pasien sebagai dasar diagnosis awal. Jenis Pemeriksaan : Pewarnaan Gram (bakteri), pemeriksaan jamur (KOH), pemeriksaan BTA (TBC), dan parasit feses.
4. Serologi Penyakit Infeksi
Pelacakan jejak antibodi atau antigen spesifik akibat paparan mikroorganisme di dalam darah. Jenis Pemeriksaan: HBsAg, Anti-HCV, HIV, Dengue NS1 (IgM/IgG), Widal, dan Panel TORCH.
5. Mikologi Klinik (Jamur)
Pemeriksaan khusus untuk mendeteksi infeksi jamur. Jenis Pemeriksaan: KOH kulit dan kuku.
III. LAYANAN SPESIALIS PATOLOGI ANATOMI
Layanan penunjang medis tingkat lanjut yang berfokus pada pemeriksaan struktur sel dan jaringan tubuh. Melalui analisis mikroskopis mendalam, dokter spesialis Patologi Anatomi dapat menentukan sifat tumor (jinak/ganas), stadium kanker, hingga karakteristik peradangan secara definitif.
1. Histopatologi
Pemeriksaan jaringan tubuh yang diambil melalui tindakan biopsi atau operasi, kemudian diproses dan diamati di bawah mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan atau penyakit. Bertujuan unutk menegakkan diagnosis penyakit, menentukan jenis dan stadium kanker, serta mengevaluasi hasil tindakan operasi.
Pemeriksaan meliputi:
- Jaringan tumor payudara
- Jaringan usus
- Jaringan lambung
- Kista atau benjolan pada tubuh
- Jaringan hasil operasi pengangkatan organ
2. Sitopatologi
Pemeriksaan sel-sel tubuh yang diperoleh dari cairan tubuh atau kerokan jaringan untuk mendeteksi adanya perubahan abnormal, adanya infeksi, peradangan, maupun sel-sel ganas secara dini.
Pemeriksaan meliputi:
- Pemeriksaan cairan pleura (paru-paru)
- Pemeriksaan cairan asites (rongga perut)
- Pemeriksaan sputum atau dahak
- Pemeriksaan urin untuk deteksi sel abnormal
3. Pap Smear
Pemeriksaan sel-sel dari leher rahim (serviks) untuk mendeteksi perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker serviks.
Pemeriksaan meliputi:
- Skrining rutin kanker serviks pada wanita
- Evaluasi hasil pemeriksaan ginekologi yang mencurigakan
4. Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)
Pemeriksaan dengan mengambil sampel sel menggunakan jarum halus dari benjolan atau massa pada tubuh untuk menentukan apakah suatu benjolan bersifat jinak, ganas, atau merupakan proses peradangan.
Pemeriksaan meliputi:
- Benjolan payudara
- Benjolan tiroid
- Pembesaran kelenjar getah bening
- Benjolan jaringan lunak

